#JatiDiriBangsa Arsip - Bangbang Wetan https://bangbangwetan.org/tag/jatidiribangsa/ Tue, 15 Apr 2025 04:55:26 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.4 https://bangbangwetan.org/wp-content/uploads/2023/12/cropped-IMG-20190809-WA0009-32x32.jpg #JatiDiriBangsa Arsip - Bangbang Wetan https://bangbangwetan.org/tag/jatidiribangsa/ 32 32 Junta Layang-Layang https://bangbangwetan.org/junta-layang-layang/ https://bangbangwetan.org/junta-layang-layang/#respond Mon, 14 Apr 2025 15:39:31 +0000 https://bangbangwetan.org/?p=1966 Prolog BangbangWetan April 2025 Demokrasi kita hari ini tak ubahnya layang-layang putus dari benangnya. Terbang gemulai tanpa kendali di langit wacana, angin politik menggiring ke arah yang tak tentu. Sementara, […]

Artikel Junta Layang-Layang pertama kali tampil pada Bangbang Wetan.

]]>
Prolog BangbangWetan April 2025

Demokrasi kita hari ini tak ubahnya layang-layang putus dari benangnya. Terbang gemulai tanpa kendali di langit wacana, angin politik menggiring ke arah yang tak tentu. Sementara, benang simbol kedaulatan rakyat telah lama terlepas dari genggaman. Ia masih terlihat megah dari kejauhan, tapi pelan-pelan jatuh bebas, entah di tangan siapa akan mendarat.

Sebagaimana tercatat dalam esai Titik Nadir Demokrasi, “semua standar menjadi cair, kehilangan kejelasan makna, mudah dimanipulasi, serta kehilangan ketegasan daan kepastian.” Layangan yang dulu dikendalikan oleh rakyat kini berubah menjadi pertunjukan elitis di langit kekuasaan. Hiasan demokrasi masih dipamerkan, tapi esensinya tercerabut dari bumi yang melahirkannya.

Dalam situasi seperti ini, prajurit bukan cuma penjaga garis batas, tapi menjadi harapan terakhir agar bisa menemukan ujung benang yang nyaris hilang itu. Dengan identitas yang ditanamkan sejak awal bukan hanya sebagai seragam, tapi sebagai simbol pengabdian mereka memegang tanggung jawab untuk tidak membiarkan layangan bangsa ini benar-benar jatuh dan rusak.

Personalitas mereka, yg dibentuk oleh nilai disiplin dan integritas, menjadi tumpuan agar tak ikut hanyut dalam angin kekuasaan. Dan jati diri mereka sebagai tentara rakyat, pejuang, nasionalis, dan profesional, menjadi pegangan untuk tetap berdiri ketika yang lain mulai tumbang.

Pertanyaannya kini, masihkah para penjaga itu sanggup menemukan kembali benang yang terlepas, lalu perlahan menariknya ke tangan rakyat? Ataukah mereka justru membiarkan layangan demokrasi itu terombang-ambing, jatuh ke tangan yang salah, yaitu tangan yang bisa saja memutus benang terakhir dan menjadikannya sekadar mainan kekuasaan?

Mungkin benangnya sudah kusut, mungkin juga sengaja dikusutkan. Tapi selama masih ada yang mau duduk, mikir, dan ngudud sambil mbatin: “Ini layangan siapa, sebenarnya?” mari kita cari ujung benang yang masih bisa disambung dalam rutinan BangbangWetan edisi April 2025 pada Jumat besok-18 April 2025 di Stikosa AWS Surabaya!

Oleh: Tim Tema Bangbang Wetan

Artikel Junta Layang-Layang pertama kali tampil pada Bangbang Wetan.

]]>
https://bangbangwetan.org/junta-layang-layang/feed/ 0