#RenunganHarian Arsip - Bangbang Wetan https://bangbangwetan.org/tag/renunganharian/ Mon, 09 Jun 2025 09:44:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.4 https://bangbangwetan.org/wp-content/uploads/2023/12/cropped-IMG-20190809-WA0009-32x32.jpg #RenunganHarian Arsip - Bangbang Wetan https://bangbangwetan.org/tag/renunganharian/ 32 32 Sholat ‘Full’, Iman ‘Lowbat’? https://bangbangwetan.org/sholat-full-iman-lowbat/ https://bangbangwetan.org/sholat-full-iman-lowbat/#respond Mon, 09 Jun 2025 09:44:05 +0000 https://bangbangwetan.org/?p=2180 Senja baru saja membentang, langit seperti kanvas yang dilukis pelan-pelan oleh tangan Tuhan yang lembut. Air hujan masih menetes malu-malu dari atap rumah Mbah Asmojo. Sementara Tarko duduk di tepi […]

Artikel Sholat ‘Full’, Iman ‘Lowbat’? pertama kali tampil pada Bangbang Wetan.

]]>
Senja baru saja membentang, langit seperti kanvas yang dilukis pelan-pelan oleh tangan Tuhan yang lembut. Air hujan masih menetes malu-malu dari atap rumah Mbah Asmojo.

Sementara Tarko duduk di tepi teras, merenung seperti seorang filsuf gagal ujian. Bagio, seperti biasa, lebih sibuk memperhatikan bekas cipratan kopi di gelas ketimbang mengkhawatirkan isi dunia.

“Hmmm…” suara Tarko memecah keheningan, seolah ingin mengundang petir kedua setelah hujan.

“Kon mikir opo ko?” tanya Bagio sambil menggaruk kepala yang tidak gatal. Itu biasanya pertanda bahwa pertanyaan serius sedang mampir ke desa.

Tarko pun menjawab, “Katanya sholat itu mencegah dari perbuatan keji & mungkar, tapi kok masih banyak yang berbuat kemungkaran ya? korupsi tetap merajalela, maksiat makin gaya, dan penipuan malah pake embel-embel ‘syariah’? Ini yang salah siapa?”

Bagio langsung terkekeh. “Yowis bener to, pas sholat ‘kan ora iso korupsi. Masa iya orang sedang ruku terus bisik-bisik ‘transfer dulu bos’? Pas sujud terus ngedit dokumen? Gak masuk akal tho!”

Si Tarko yang agak kesal pun menepuk bahu Bagio, “Itu namanya menunda bukan mencegah. Kayak WC umum yang penuh, bukan gak mau masuk, tapi lagi antre! ” dengus Tarko.

Gelak tawa Bagio pecah. Tapi belum sempat ia menambahkan satu pun plesetan, suara batuk halus terdengar dari kursi goyang di pojok teras. Mbah Asmojo, yang sedari tadi menyimak sambil menyeruput kopi dan menghisap rokok lintingannya, mengangkat tangannya pelan.

“Anak-anak, kalian ini kayak debat dua bebek di pinggir empang. Banyak suara, tapi gak ada yang berenang. Sholat itu benar adanya, mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” Ia mengangguk pelan, bijak seperti pendeta tua di film One Punch Man.

“Tapi kenapa masih banyak yang korupsi mbah, tanya Tarko”. Bagio pun ikut menimpali, “iya mbah, bukan hanya sholat, bahkan sumpah dengan Al-Quran pun tak mampu mencegahnya apalagi menghentikannya”

“Jadi, begini anak muda, coba kalian pikir, kalau ada orang keracunan, itu karena makanannya atau racun yang ikut masuk di dalamnya?”

“Ya karena racunnya, Mbah,” jawab dua cucunya serempak, seperti anak pramuka hafal sandi morse.

“Nah, begitu juga sholat. Jangan salahkan sholatnya kalau hasilnya zonk. Salahkan racunnya. Racun yang masuk lewat niat. Racun yang bernama riya, ujub, pamrih, bahkan ambisi politik.”

Tarko mengangguk pelan. Bagio mulai membuka mulut, tapi Mbah Asmojo belum selesai.

“Kadang orang sholat bukan buat Allah, tapi buat konten. Bukan buat tobat, tapi buat tolak balak.  Bahkan ada yang sholat hanya karena ingin flexing keimanan. Upload story: ‘Menjemput subuh, demi keberkahan rezeki’, padahal habis itu buka fake akun buat nyinyirin tetangga.”

Dua pemuda itu terdiam. Senja makin pekat. Suara jangkrik mulai ambil peran.

“Jadi, cucu-cucuku, kalian tanya: kenapa orang bisa maksiat padahal sholat? Coba balik pertanyaannya: kenapa orang bisa lapar, padahal dia makan tiap hari? Jawabannya ya sama: tergantung apa yang dimakan dan untuk apa dia makan.”

Mbah Asmojo menghisap rokoknya lagi, lalu tersenyum, “Sekarang, sholat kalian itu karena apa? Beneran karena Allah, atau cuma karena takut dimarahin emak?”

Bagio dan Tarko pun termenung. Tak ada jawaban. Hanya temaram lampu ublik, kopi dingin, dan asap rokok yang menyebar pelan, mengantar hikmah yang tak selesai diucap.


Usman Bonrojo, Jamaah maiyah Bangbangwetan, bisa disapa melalui kampungbonrojo@gmail.com

Narahubung Media:
Kontak BangbangWetan (0813-9118-2006)

Artikel Sholat ‘Full’, Iman ‘Lowbat’? pertama kali tampil pada Bangbang Wetan.

]]>
https://bangbangwetan.org/sholat-full-iman-lowbat/feed/ 0