CLIMATE REFORMER – Prolog Bangbang Wetan Desember 2023

Bagikan

Desember 2023 tiba pada mangsa labuh. Mangsa labuh adalah musim penghujan yang menjadi waktu menanam kali pertama. Pada momentum ini para petani mempersiapkan diri, tanah dan segala kebutuhan menanam. Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian bertani atau bercocok tanam. Kita dilahirkan dari bangsa yang etos kerja, karakter dan prinsip hidupnya menanam. Maka lahirlah prinsip hidup, “Apa yang kau tanam itulah yang akan kau petik”. Jika ita tanam perbuatan baik, kita pun pasti akan memetik buah kebaikan. Begitulah sebaliknya. Jika kita tanam perbuatan buruk dan jahat, pasti akan datang kepadamu kejahatan dan keburukan dan musibah pula.

Kita di Maiyah oleh Mbah Nun diajak untuk terus menerus menanam dan menebar kebaikan sebisa dan semampu kita. Bentuknya dari baik sama tetangga, teman sampai sebisanya kita berperan di lingkungan sekitar dengan minimal tidak menambah masalah. Masalahnya beberapa bulan ini di sekitar kita banyak diberitakan kasus bunuh diri atau pembunuhan dengan sebab terhimpit hutang dan kebutuhan hidup. Jika memang benar negara Indonesia itu kaya raya sumber daya alamnya, kok bisa ada rakyatnya sampai kelilit hutang sampai stres mikir kebutuhan hidup yang serba sulit dan mahal sementara sulit mencari pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya? Sebenarnya di mana letaknya masalahnya?

Faisal Basri, seorang ekonom dan politikus alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia beberapa waktu lalu menarik perhatian kami ketika berbicara di Kenduri Cinta edisi Desember 2023 yang tayang di kanal youtube caknun.com. Faisal Basri pada tayangan itu berbicara tentang angka harapan hidup rakyat Indonesia waktu lahir. Angka harapan hidup kita ada di angka 76,57 tahun. Faisal Basri mengatakan Indonesia memiliki banyak kekayaan alam.

Misalnya kita punya kekayaan alam nikel 21 juta ton. Sementara kalau berbicara 10 tahun lagi bakal banyak mobil dan motor listrik, sumber daya nikelnya sudah habis. Kementrian ESDM memprediksi nikel habis pada 6-11 tahun ke depan nikel bakal habis. Sumber daya nikel 21 juta ton oleh pemerintah saat ini dijual ke china. Indonesia menjual nikel misalnya dengan harga 40 dollars sedangkan di china sendiri dijual dengan harga 80 dollars. Jadi perusahaan china untung dan bahkan oleh pemerintah dibebaskan bayar pajak keuntungan selama 20 tahun. Feronikel 95% diekspor ke china. Perusahaan china mengolah feronikel menjadi asbak atau barang-barang yang lain yang terbuat dari stainless stell dan dijual ke Indonesia.

Faisal Basri mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sedang melakukan hilirisasi untuk mendukung industrialisasi di china. Kita menyediakan diri menjadi budak china. Sementara untuk sumber daya alam batubara dan kawan-kawan itu 70% dikuasai oleh 11 grup. Pendapatan dari ekspornya saja dari batubara itu 1000triliun. Kalau memang bumi, air dan kekayaan alam dimiliki oleh negara demi kemakmuran sebesar-besarnya rakyat, kenapa 11 grup pengelola batubara itu tidak dikenakan pajak sama sekali. Kalau memang kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat kenapa hanya dinikmati oleh segelintir orang saja? Terus, apa peran kita sebagai pejalan Maiyah sebagai Pembaharu Cuaca untuk mensikapi kondisi seperti ini?

Faisal Basri mengatakan demokrasi akan terawat jika kekuatan pemerintah dan kekuatan rakyatnya seimbang. Kalau saat ini misalnya yang dominan kekuatan pemerintah yang menjadikan lemah kekuatan rakyat sehingga terhimpit ekonomi dan kebutuhan hidupnya susah, maka peran kita sebagai Pembaharu Cuaca semestinya berada dalam posisi stand-tanning the power of society. Kita menjadi penerus perjuangan Mbah Nun yang menurut Faisal Basri sukanya jalur damai, menyejukkan dan menenangkan rakyat pada posisi hidup sesulit apapun. Mbah Nun setia dengan jalannya itu. Pada Jumat, 26 Desember 2023 di Taman Budaya Cak Durasim, Genteng, Surabaya, bersama KiaiKanjeng kita rumuskan kembali langkah-langkah tepat menjadi Pembaharu Cuaca dan kita teguhkan kembali tekad dan langkah meneruskan perjuangan Mbah Nun, menyejukkan, menenangkan dan membesarkan hati rakyat Indonesia pada kondisi sekarang yang serba sulit ini.

Oleh: Tim Tema Bangbang Wetan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *