Jibril Undercover – Prolog BangbangWetan April 2024

Bagikan

Tema ini kami angkat dari salah satu karya Mbah Nun yang luar biasa sangat relevan dengan keadaan saat ini. Sebuah buku yang berjudul Tidak. Jibril Tidak Pensiun!

Dalam buku tersebut, ada seseorang yang menyatakan bahwa Jibril sejak abad VII Masehi jadi pengangguran, Pensiun abadi. Kemudian Mbah Nun mengatakan bahwa Jibril itu tidak pensiun. Jibril itu begitu dekat di sisi tidur dan jagamu. Hanya saja kita yang tidak pernah meng-upgrade kadar keimanan kita.

Efek dari ketidak-upgrade-an inilah yang membuat manusia merasa Allah tidak adil, mengapa orang tidak sholat lebih kaya dari kita yang jungkir balik dan berdoa, mengapa Palestina selalu ditindas Israel, Mengapa hakim tidak berpihak pada yang lemah, dan banyak “mengapa-mengapa” lainnya yang kadang membuat kita putus asa atas hidayah Allah.

Fenomena semacam ini mirip dengan apa yang ditulis dalam buku tersebut, apabila pengalaman keilahian tidak pernah kita upgrade. Pada suatu hari kita akan sadar seolah-olah kita hidup pada masa pra-Ibrahim yang menghayati bulan dan matahari untuk menemukan Allah-nya.

Dari gagasan dan pesan moral buku tersebut, kita banyak menemukan fenomena “paradoks keyakinan”. Di mana orang yang mengaku paling toleran ternyata mempraktikkan intoleransi. Orang yang mengkampanyekan antikorupsi ternyata dia paling korup. Dari sini kekacauan itu sulit diperbaiki.

Semoga lewat Sinau Bareng ini kita selalu diberi petunjuk untuk melihat sesuatu lebih jernih, karena kata Mbah Nun, “Wahyu Allah itu bukanlah sebuah dongeng purba. Cahaya Allah tak berhenti memancar, Ilmu Tuhan terus menerus berseliweran. Muhammad tidak mati. Sungguh tidak mati. Hanya tubuh beliau yang sudah dikuburkan  dan tubuh beliau adalah bagian paling remeh dari eksistensi kepribadiannya yang menyuluhi alam semesta.”

Teruntuk dulur-dulur Maiyah BangbangWetan, mari melingkar dan berkasih sayang terhadap ilmu Allah karena kanjeng Nabi bersama kita.

[Tim Tema BangbangWetan]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *