Prolog Bangbang Wetan Bulan Februari 2026
Budaya sudah mengalami degradasi makna yang perlahan tercerabut dari akar pengertiannya. Bisa dibuktikan, ketika mendengar kata budaya pasti asosiasi yang muncul hanya terbatas pada seni pertunjukan seperti Reog Ponorogo, jathilan, ludruk, atau dalam bentuk arsitektur seperti candi atau tempat-tempat bersejarah yang memiliki makna. Tidak salah berpikir seperti itu. Namun, lebih tepatnya semua simbol dan kesenian itu adalah output dari yang namanya “budaya”.
Kita tahu Mbah Nun juga sering disebut budayawan. Tapi tahukah kita bagaimana sebenarnya Mbah Nun memahami budaya dan apa nilai penting budaya menurut beliau? dalam sebuah esai “apa pentingnya budaya?” Beliau memberikan pintu masuk yang sangat fundamental untuk memahami arti budaya. Bahwa salah satu pengertian budaya adalah mutu berekspresi manusia.

Ekspresi apa yang dimaksud oleh Mbah Nun sebagai elemen penting dalam budaya? Lalu, bagaimana ekspresi itu dipraktekkan dalam kehidupan sehari hari sehingga kita bisa secara sempurna “ngabudaya”?
Jawaban itu akan kita temukan bersama dalam forum Bangbang Wetan edisi bulan Februari 2026 di Pendopo Cak Durasim.
” Mari menjalani budaya bukan sebagai perayaan sesaat, tapi sebagai laku hidup yang berlaku setiap saat “
Teka ya rek, Ngabudaya bareng-bareng.
Selasa, 3 Februari 2026 / Shaʻban 15, 1447 AH
📍 Taman Budaya Cak Durasim
Jl. Genteng kali No. 85. Kec. Genteng, Surabaya.
Disusun oleh: Tim Tema BangbangWetan



