HARMONI CAHAYA – PROLOG MILAD DUA DEKADE BANGBANG WETAN SEPTEMBER 2026

“Makhluk manusia dilahirkan dari akselerasi kesekian dari penciptaan cahaya. Maka cahaya bukan sekadar menjadi kebutuhan dasar hidupnya atau merupakan suatu tujuan yang dikejarnya, lebih dari itu cahaya seakan-akan merupakan hakikat dan syariat dirinya sendiri.” — Mbah Nun.

Kutipan dari seri “Daur” tersebut mengajak kita untuk memahami bahwa setiap manusia pasti memiliki cahaya tujuan hidup. Apa yang diinginkan dan dicita-citakan, semua dalam rangka ingin lepas dari belenggu kegelapan yang dialami sekarang. Lebih dari itu, Mbah Nun mengajak kita bahwa perjalanan manusia menuju cahayanya masing-masing adalah proses menemukan syariat dan hakikat menjadi manusia.

Selama dua dekade, BangbangWetan istiqomah menampung cahaya yang beragam tersebut. BangbangWetan menjadi oase bagi para pejalan sunyi yang sehari-harinya dirundung kesulitan dan keresahan. BangbangWetan bukan produsen cahaya, melainkan pendorong para jamaah untuk menemukan cahaya hidup masing-masing.

Cahaya-cahaya yang berbeda-beda itulah yang dibawa oleh setiap jamaah ke BangbangWetan. Ada yang benar-benar fokus mencari tambahan ilmu, ada yang hanya ingin bersantai setelah seharian bekerja, dan ada juga yang hanya menginginkan ketenangan. Dari beragam tujuan cahaya tersebut, ada satu pertanyaan: Mengapa di tengah perbedaan, masih lahir sebuah keselarasan hingga dua dekade?

Jawabannya ada pada pemikiran Mas Sabrang soal Maiyah yang memiliki kejernihan (clarity) dalam dinamika yang berbeda-beda. Nada-nada dalam dinamika tersebutlah yang bisa kita tadabburi sebagai cahaya-cahaya yang jamaah Maiyah cari di BangbangWetan. Sehingga, perbedaan nada tersebut tidak membuat BangbangWetan mengalami disonansi, melainkan bahu-membahu menciptakan harmoni.

Mari bersama kita syukuri dan rayakan keharmonisan selama dua dekade ini, lalu sama-sama kita refleksikan dan tata kembali keharmonisan di dekade-dekade berikutnya. Sampai jumpa di medan harmoni dengan membawa harapan masing-masing kepada BangbangWetan dan sama-sama kita haturkan kepada Allah agar sudi mengijabahi langkah kita. Teko yo, Rek!!!

Oleh: Tim Tema BangbangWetan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top