Lir-ilir, Lir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak senguh temanten anyar
“Lir-ilir” adalah salah satu lagu yang paling membekas dalam ingatan masa kecil saya. Saya masih ingat dengan jelas, saat itu bapak membeli sebuah kaset yang berisi lagu “Lir-ilir” dibalut dengan lantunan sholawat. Bukan hanya nadanya yang merdu, tapi cara lagu itu disajikan benar-benar berbeda—sholawat dalam iringan gamelan, sesuatu yang belum pernah saya dengar sebelumnya.

Yang membuat saya semakin terkesan adalah penjabaran makna lagu tersebut oleh Mbah Nun dalam kaset itu. Selama ini saya mengira “Lir-ilir” hanyalah lagu dolanan biasa, namun Mbah Nun membuka cakrawala baru dalam memaknainya—dalam, menyentuh, dan penuh nilai kehidupan. Dari sanalah, perkenalan saya dengan beliau dimulai.
Beberapa waktu kemudian, seorang teman memberi tahu bahwa Mbah Nun sering datang ke Surabaya dan mengisi forum diskusi yang rutin diadakan di Balai Pemuda. Saya pun memutuskan untuk ikut hadir. Kesan pertama saya begitu kuat—forum ini dihadiri berbagai kalangan: dari anak-anak, orang tua, hingga anak-anak punk yang begitu nyaman berada di sana. Forum itu bernama Bangbang Wetan.

Dari forum inisiasi Mbah Nun ini, saya belajar banyak hal. Salah satunya adalah bagaimana memaknai ayat-ayat Al-Qur’an secara ringan namun mendalam. Beliau mampu menjelaskan ayat-ayat suci dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari—membuat saya lebih mudah memahami dan meresapi nilai-nilainya.
Terima kasih, Mbah Nun, atas kehadiranmu di Surabaya melalui Forum Bangbang Wetan. Terima kasih atas energi, ilmu, dan cinta yang telah engkau tumpahkan selama ini. Di bulan yang penuh syukur ini, saya dan cucu-cucumu di Surabaya merayakan hari kelahiranmu dengan doa yang kami panjatkan kepada Allah. Semoga engkau senantiasa diberi kesehatan, panjang umur, dan kekuatan untuk terus membersamai kami.
Sugeng Ambal Warsa, Mbah.
Mugi tansah pinaringan sehat.
Semoga kita segera dipertemukan kembali—untuk kembali menyerap ilmu dan energi yang engkau pancarkan.
Ammar, Jamaah Maiyah
Narahubung Media:
Kontak BangbangWetan (0813-9118-2006)



